Sabtu, 24 Maret 2012


0

Globalisasi

 
1.1.       Latar Belakang
Realita yang ada sesuai dengan tujuan mereka menyimpang jauh dengan tujuan globalisasi, hal ini memberikan dampak yang sangat besar bagi warga negara indonesia, yang sebenarnya juga  semata-mata adalah bentuk usaha dalam mengeruk kepentingan pribadi dengan mengeksploitasi kekayaan warga negara. Perusahaan-perusahaan multinasional inilah actor utama dalam perkembangan globalisasi ini dan tentunya dengan lembaga keuangan dan pemerintah sebagai penopangnya. Sesuai dengan pernyataan Bpk. Pramoedaya Anata Toer: Negara indonesia dikeruk kekayaanya oleh negara-negar penguasa sehingga kita di ubah menjadi negara pengemis. Globalisai sebenarnya juga mempunyai tujuan yang mulia yakni dengan globalisasilah kita mampu menyatukan manusia dari  segala ras, dunia dan bahkan dapat mengurangi kemiskinan.
Banyak perusahaan yang tersedia bagi masyarakat Indonesia GAP adalah salah satu perusahaan yang mempekerjakan para kaum buruh. GAP juga salah satu perusahaan asing yang bagus produksinya. Tapi dibalik keberhasilan dan kekayaan produk tersebut ada beberapa kenyataan pahit kalau kita tahu. Kondisi kaum buruh  juga memprihatinkan. Mereka berada dalam ruangan yang penuh sesak di bawah lampu neon bersuhu 40’ C.  Atau bahkan mereka dipaksa untuk bekerja keras dan lembur (long ship) hanya untuk karena ada pesanan besar saat itu. Penelitian John Pilger inilah yang memberikan data empiris terhadap realita Indonesia sekarang.
Dita Sari Pemimpin Organisasi Buruh dan Tapol: indonesia sudah menjadi negara tempat pengkaya untuk negara-negara barat. Keadaan indonesia sungguh sangat memprihatinkan, rakyat indonesia sudah sangat miskin, tingkat pengangguran yang sangat tinggi sehingga para buruh akan bekerja apapun kapanpun untuk mempertahankan hidup mereka atau bahkan dengan upah yang sangat tidak sesuai. Sebenarnya protes globalisasi ini juga dibenarkan dengan menuntut untuk penghapusan hutang yang sangat merugikan Negara dan menyiksa masyarakat.
Masuknya IMF dan Bank dunia memberi peluang besar bagi Soeharto untuk melakukan hal apa saja. Yang dengan tujuan bahwa dengan itu semua dapat mensejahterakan rakyat Indonesia tapi itu semua adalah maksud pemimpin dalam tujuan pribadi. Propaganda inggris terhadap indonesia juga memberikan  hal yang kontra terhadap visi dan misi mereka yakni dapat membawa indonesia pada kemakmuran. Dan inilah yang menjadi kesepakatan soeharto dengan inggris dan amerika dalam konspirasi politik.
Dari pemaparan di atas, perlu diadakan kajian-kajian secara mendalam tentang efek perusahaan-perusahaan asing terhadap perekonomian Indonesia, sehingga kita dapat mengetahui pengaruh apa saja yang ditimbulkan akibat globalisasi terhadap perekonomian Indonesia.

 [P1]harapan
 [P2]kenyataan
 [P3]masalah
0

Mengenai Saya

Foto saya
catatan mahasiswa tingkat akhir, galau skripsi, galau materil, galau kerjaan, galau desakan ortu untuk wisuda
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Popular Posts